Ads 468x60px

Loading
Tuesday, March 12, 2013

0
SIKLUS HIDROLOGI

Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Evaporasi (Penguapan) Ketika air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul-molekul air memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan molekul air tersebut dan kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak terlihat di atmosfir. Sekitar 95.000 mil kubik air menguap ke angkasa setiap tahunnya. Hampir 80.000 mil kubik menguapnya dari lautan. Hanya 15.000 mil kubik berasal dari daratan, danau, sungai, dan lahan yang basah, dan yang paling penting juga berasal dari tranpirasi oleh daun tanaman yang hidup. Proses semuanya itu disebut Evapotranspirasi. Transpirasi (penguapan dari tanaman) Uap air juga dikeluarkan dari daun-daun tanaman melalui sebuah proses yang dinamakan transpirasi. Setiap hari tanaman yang tumbuh secara aktif melepaskan uap air 5 sampai 10 kali sebanyak air yang dapat ditahan. Kondensasi (pengembunan) Ketika uap air mengembang, mendingin dan kemudian berkondensasi, biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. Ketika kondensasi terjadi dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es, salju, hujan batu (hail)). Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan. Presipitasi Presipitasi pada pembentukan hujan, salju dan hujan batu (hail) yang berasal dari kumpulan awan. Awan-awan tersebut bergerak mengelilingi dunia, yang diatur oleh arus udara. Sebagai contoh, ketika awan-awan tersebut bergerak menuju pegunungan, awan-awan tersebut menjadi dingin, dan kemudian segera menjadi jenuh air yang kemudian air tersebut jatuh sebagai hujan, salju, dan hujan batu (hail), tergantung pada suhu udara sekitarnya. Perkolasi / Infiltrasi Beberapa presipitasi dan salju cair bergerak ke lapisan bawah tanah, mengalir secara infiltrasi atau perkolasi melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan sehingga mencapai muka air tanah (water table) yang kemudian menjadi air bawah tanah.
Monday, April 30, 2012

0
Cytokine

Cytokine adalah kelompok protein dan peptida, diproduksi oleh hewan maupun tumbuhan, yang memberikan sinyal untuk memungkinkan terjadinya komunikasi antar sel. Umumnya, cytokine terdiri dari protein kecil yang larut dalam air dan glikoprotein (protein dengan rantai gula) dengan berat massa antara 8 – 30 kDa. Cytokine beraksi melalui reseptor yang terdapat pada permukaan sel.
Berbeda dengan hormon dan neurotransmitter, dimana hormon dilepaskan dari organ tertentu kedalam darah sedangkan neurotransmitter dihasilkan oleh aktivitas sel syaraf; cytokine dibebaskan dari beberapa sel yang berbeda. Peranan cytokine diatur oleh “pusat” sistem kekebalan tubuh yang dilibatkan pada berbagai macam reaksi imun, peradangan, serta penyakit menular. Namun demikian peranannya tidak terbatas pada sistem kekebalan tubuh semata, akan tetapi juga terlibat dalam proses perkembangan selama embriogenesis.
“Cytokine Storm”
Cytokine Storm adalah salah satu respon tubuh dalam menghadapi zat/benda asing yang masuk kedalam tubuh kita. Kondisi ini merupakan ekspresi sistemik tubuh yang sehat dari sistem kekebalan tubuh yang hebat melalui mekanisme pelepasan lebih dari 150 mediator inflamasi (peradangan); termasuk didalamnya adalah cytokine, radikal bebas O2, dan faktor koagulasi. Baik pro-inflammatory cytokines (seperti Tumor Necrosis Factor-alpha, InterLeukin-1, dan InterLeukin-6) dan anti-inflammatory cytokines (seperti InterLeukin-10 dan InterLeukin 1 receptor antagonist) terdapat dalam konsentrasi yang tinggi pada serum. “Dahsyat”nya konsentrasi cytokine dalam tubuh menyebabkan tercetusnya istilah Cytokine Storm. Kontributor utama dari peristiwa ini adalah Tumor Necrosis Factor-alpha dan InterLeukin-6; terjadi akibat respon imun sebagai dampak dari proliferasi dan aktivasi yang sangat cepat dari T-cells atau Natural Killer (NK) cells. Sel-sel tersebut (T-cells dan NK) teraktivasi oleh makrofag yang terinfeksi. Dengan kondisi demikian, tentunya tubuh memerlukan perawatan yang sangat tepat untuk menghindari kematian.
Pangkal Tenggorokan (Laring)
Setelah melewati hidung, udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Setelah melalui laring, udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. Adanya katup tersebut, udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Kita jangan makan sambil berbicara, hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Oleh karenanya, hindarilah makan sambil berbicara. Pada laring, di bawah epiglotis, terdapat pita suara. Ketika udara melewati pita suara, pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Hal ini terjadi ketika kamu berbicara.
Saturday, March 24, 2012

0
Capung

capung merupakan serangga yang tidak menggigit ataupun bersengat. Capung merupakan hewan yang memiliki peran sebagai sumber makanan bagi banyak hewan lain, seperti burung, ikan, katak, ataupun kumbang air. Capung hidup dekat dengan air karena siklus hidupnya yang membuat mereka tidak bisa hidup jauh dari air.

Posisi capung saat kawin sangat unik. capung jantan dan betina membentuk posisi seperti love (hati). Capung jantan memegang belakang kepala capung betina, dan capung betina mengambil sperma di bawah pasangan kaki ketiga capung jantan.
Odonata (capung dan damselflies) menghabiskan sampai dua tahun rata-rata sebagai peri dalam air, di mana yang terbesar adalah predator fenomenal berkat ukuran dan rahang teleskopik. Mereka adalah salah satu indikator terbaik kualitas air karena beberapa dari mereka tidak bisa mengatasi polusi. Pengendalian yang lebih baik dari air sungai dalam dua dekade terakhir, bersama dengan penciptaan kolam untuk menggantikan beberapa dari mereka hilang dalam dekade sebelumnya, telah membantu.
Sunday, February 26, 2012

0
Kompetisi WEB Kompas MuDA & Pertamina

Kompetisi WEB Kompas MuDA & Pertamina dengan tema "INVESTASIKAN ENERGIMU UNTUK BUMI " di selenggarakan oleh Komunitas Kompas Muda dan Sobat Bumi
Silahkan di baca :)

Berbicara tentang energi tidak akan pernah ada habisnya. Bumi adalah salah satu planet Sobat Bumi yang sangat banyak mengandung energi didalamnya. Berdasarkan hukum kekekalan energi yang berbunyi “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat berpindah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lainnya”. Energi digunakan manusia dalam melakukan berbagai aktifitas dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin berkembangnya tekhnologi, energi dapat diubah-ubah bentuknya oleh para ilmuwan, dan semakin banyaknya populasi manusia, energi semakin banyak digunakan dan tidak terkontrol lagi pemakaiannya.

Pemakaian energi yang berlebihan menyebabkan efek tersendiri untuk bumi. Bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Jika energi digunakan dengan tidak terkontrol lagi, maka energi akan terbuang sia-sia dan menyebabkan bumi semakin panas akibat energi tersebut. Karenanya, akan terjadi pemanasan global yang akan menyebabkan kehidupan bumi tidak seimbang. Pemanasan global akan berdampak buruk terhadap bumi, antara lain iklim mulai tidak stabil, meningkatnya permukaan laut, meningkatnya suhu global, gangguan ekologis, dan munculnya permasalahan sosial dan politik.

Untuk mencegah itu semua hendaklah melakukan penghematan energi. Mulailah dari diri kita sendiri, dengan cara menggunakan energi seperlunya saja. Dengan demikian kita dapat menginvestasikan energi untuk bumi kita tercinta dan mencegah terjadinya pemanasan global. Sehingga bumi akan tetap lestari untuk kehidupan-kehidupan selanjutnya, hingga anak cucu kita nantinya.
 
tugas | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards